[NEWS] 130129 Kim Jaejoong: “Mengapa saya memilih genre rock untuk solo album saya? Karena saya menyukainya!”

ibbV1AMk4XhcHuiNb5M0THcti51JYJ Kim Jaejoong adalah orang yang positif, bukannya takut akan perubahan dan kegagalan, dia dipenuhi dengan kegembiraan akan tantangan baru. Senyumnya tidak pudar sepanjang wawancara berlangsung.

Di sebuah kafe berlokasi di Apgujeong-dong, Seoul, dia muncul sambil mengucap ‘halo’, membungkuk dan menyapa saya. Mengenai perilisan album pertama saya, ia berkata, “Saya merasa senang karena ini adalah solo album saya yang pertama. Dan karena ini usaha saya yang pertama, saya berharap orang akan mendengarkannya dengan pikiran yang terbuka.”

Kim Jaejoong memilih genre rock untuk debut solonya. Alasannya sangat sederhana. Rock adalah genre musik yang dia sukai dan dia senang nyanyikan.

“Aku memilih karena saya suka rock. Mungkin saya mulai menyukainya karena saya suka menyanyikan lagu rock ketika masih kecil. Saya tidak membuat album dengan pemikiran bahwa “Saya seorang rocker sejati”, Bagaimanapun, saya tidak pernah berpikir akan menerima lagu dari senior yang hebat dan bisa bekerja dengan mereka. Saya merasa sangat tersanjung.”

Saya tidak mencoba untuk bertransformasi gaya saya menjadi seperti gaya rock yang ada. Tetapi, saya mencoba untuk memahami rock otentik sebagaimana adanya. Saya pikir sudah waktunya utnuk belajar bagaimana cara untuk mengekspresikan emosi dan vokalisasi dalam bernyanyi rock.”

Untuk membuat solo album pertamanya yang bergenre rock sesuai dengan yang ia inginkan, Kim Jaejoong berkolaborasi dengan Kim Bada Vokalis Sinawi di album ini.

Suara Kim Jaejoong sangat baik. Vokal Kim Jaejoong yang kuat namun lembut selaras dengan suara rock yang intens di ‘One Kiss’ membuat lagu tersebut lagu top di charts Bugs dan Cyworldtidak lama setelah dirilis. Tidak hanya itu, dia juga meraih #1  di charts musik Itunes di 9 negara seperti Jepang, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam, dll. , Menunjukan kekuatan ‘Rocker’ Kim Jaejoong.

“Benar-benar sulit untuk merekam ‘One Kiss’. Caranya berbeda dengan metode bernyanyi biasa. Terutama di treble, Saya harus belajar vokalisasi diatas panggung. Saya merasa seperti sedang belajar deugeum (nb: teknik vokal yang digunakan di Pansori, salah satu genre dari musik tradisional Korea, Deuguem berarti “memperoleh suara vokal”, dan mengacu pada pelatihan intensif yang penyanyi harus lakukan supaya memperoleh vokalisasi dipanggung yang berkualitas sempurna dan unggul)Ha ha. Saya seperti kembali ke jaman ketika saya penyanyi baru.

“Dia (Kim Bada) menghormati saya dan mengajarkan semua mengenai musik rock. Saya pikir dia berusaha menemukan cara yang cocok untuk mengekspresikan musik rock untuk saya. Bukan musik rock bernuansa saya, tetapi musik rock dan saya menjadi satu. Dia mengajari saya perasaan itu.”

Sementara itu Kim Jaejoong berpartisipas dalam album JYJ dan album Kim Junsu sebagai penulis lagu dan komposer.Dia menulis lirik di album ‘I’, yang membuktikan sekali lagi kompetensinya sebagai penyanyi-penulis lagu.

Terhadap pujian wartawan yang berkata ‘Liriknya sangat bagus’, Kim Jaejoong langsung tertawa hangat. “Saya juga pikir bahwa saya telah menulis dengan baik. Saya biasanya menulis lirik dengan sangat cepat. Saya akan menghabiskan waktu yang lama untuk membayangkannya dan menulis tetapi jika saya hanya menulis saja, saya bisa menyelesaikannya dengan cepat. Biasanya saya melihat masa lalu dalam menulis lirik. Tetapi jika itu adalah OST untuk drama atau semacam itu, karena ada sinopsis atau materi yang sudah terdefinisi, saya menyelesaikan lirik dengan lebih cepat.”

Daripada peringkat dari album, Kim Jaejoong lebih penasaran mengenai reaksi dan evaluasi yang berkaitan dengan albumnya. “Jika saya mengunjungi fansites, saya sering membaca apa yang mereka tulis mengenai musik-ku. Yang paling saya ingat adalah tulisan dari sebuah indie band yang aktif di Hongdae, berkata ‘Kami berharap akan ada lebih banyak penyanyi mencoba genre rock.’ Ketika penyanyi pop menyanyikan lagu rock, saya pikir daripada memusuhi mereka berharap agar musik rock bisa menjadi lebih populer dengan usaha tersebut.”

Album solo pertama Kim Jaejoong. Pada pandangan pertama, bisa dilihat sebagai tantangan untuk menguji kompetensinya. Tetapi, jika dilihat lebih dalam mengenai Kim Jaejoong. Kamu bisa dengan mudah menduga bahwa album ‘I’ adalah mengenai penggemar, oleh penggemar dan untuk penggemar.

“Saya pikir, sementara saya fokus kedalam drama dan film, mereka tidak bisa mendengar musik saya. Walaupun ada orang yang menyukai JYJ, ada juga orang yang menyukai vokal dari masing-masing anggota, Alasan terbesar saya merilis album ini adalah saya tidak ingin membuat orang-orang tersebut menunggu lebih lama lagi.”

“Saya belum memiliki rencana yang pasti tetapi jika saya punya kesempatan, saya juga ingin menyapa penggemar saya di luar negeri. Lagu dalam album ini tidak terlalu banyak tapi saya ingin bertemu penggemar dan membuat mereka mendengarkan lagu saya secara langsung.”

 

Source: Nate

English Translations by: Hannah @ PrinceJJ

Bahasa Indonesia Translations and Shared by: KJJ_INA

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s